Pada tanggal 15 November ibu-ibu Wanita Hindu Dharma Desa Wonokitri mendapat materi tentang Desa Edelweis dari penyuluh Kehutanan TNBTS. dalam penyuluhan itu dibahas mengenai desa edelwei ke depan dan apa saja yang harus disiapkan mulai dari sekarang, salah satu yang harus disiapkan adalah edelweisnya. untuk mendapat edelweis tentunya dengan cara menanam. karena waktu sudah malam jadi belajar menanam edelweisnya dilanjutkan hari minggu tanggal 19 November 2017 di halaman pura Dang khayangan Agung Kerti Jaya Buana.
pembibitan Edelweis yang pertama yaitu dari biji yang dipandu oleh mas Teguh (Bromo Lovers) dan kawan-kawan. supaya edelweis bisa tumbuh dengan baik pastikan memilih biji yang baik, setelah memilih biji bisa langsung ditabuh mada media tanam berupa tanah yang agak berpasir atau tanah bekas arang. setelah itu tinggal tunggu kira-kira satu minggu sudah mulai berkecambah dan ketika sudah satu bulan sudah bisa di pindah ke polyback atau pot bunga, dan tentunya harus sabar dan telaten. untuk pupuk bisa menggunakan pestisida atau pupuk organik, ibu-ibu juga bisa menggunakan sisa teh kulit bawang dll dan banyak lagi yang terdapat di dapur bisa digunakan dari pada dibuang.
Pembibitan edelweis yang kedua yaitu dengan menggunakan stek batang dan stek pucuk yang dipandu oleh mas Suhermawan (Kulik). Untuk stek batang bisa langsung memotong batangnya dengan silet dan mencelupkanya obat penumbuh akar mas kulik menggunakan penumbuh akar Root Up setelah itu langsung bisa ditancapkan pada media tanam, media tanamnya sama seperti pada biji. seteh satu bulan bisa dilihat hasilnya. menurut pengalaman mas kulik stek batang langsung berbunga pada usia sekitar dua bulan dan daunnya tidak terlalu banyak, lebih banyak bunganya, ini cocok sekali digunakan untuk hiasan ruang tamu "tuturnya". selanjutnya stek pucuk, stek pucuk ini sama dengan stek batang hanya memotongnya dibagian pucuk lalu celupkan pada obat penumbuh akar dan tancapkan ke media tanam, selesai dech tinggal tunggu tumbuh saja...
di harapkan dengan adanya kegiatan ini bunga edelweis tetap lestari karena masyarakat tengger tidak bisa lepas dari bunga edelweis ini ketika melaksanakan upacara adat. selain untuk menjaga kelestarian alam dan adat juga bisa menambah penghasilan masyarakat.
sekian acara "WHDI PUNYA GAWE" kali ini
#saveedelweis
#savebudayatengger
